Kamis, 28 Agustus 2014

 Sejarah Desa Ngunut

Desa Ngunut memiliki legeda terbentuknya, Diceritakan bahwa pada zaman dahulu kala ada seorang pertapa tua yang menjadi panutan masyarakat bernama Eyang Citro Suto. Beliau memiliki pengikut setia yang bernama Pangeran Joko Slining dan Roro Kembang Sore. Sampai masa kini situs pertapaan Eyang Citro Suto, Pangeran Joko Slining, dan Roro Kembang Sore masih dapat dilihat sampai sekarang. Situs pertapaan Eyang Citro Suto berada di sebelah tenggara sendang Grogolan, lebih tepatnya di RT 08/RW 02 Desa Ngunut. Sementara Joko Slining situs pertapaannya berada di sebelah barat sendang Grogolan dan situs pertapaan Roro Kembang Sore berada di sebelh barat laut sendang Grogolan.
Hingga sekarang tempat-tempat ini masih digunakan untuk acara Nyandran (Manganan) atau bersih desa untuk bersedekah bumi bersama warga masyarakat sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah dan rahmatnya serta karunia sebuah sendang atau mata air yang masih bisa di nikmati anak cucu hingga sekarang. Karena pengikut Eyang Citro Suto semakin banyak dan setiap perkataan yang terdengar dari ucapannya (dengar = krunggu) dan selalu dituruti (diturut = anut) oleh pengikutnya dan warga sekitarnya. Sehingga tempat di sekitar pertapaan Eyang Citro Suto di beri nama  NGUNUT yang berasal dari kata “KRUNGU ANUT” atau dalam bahasa Indonesia yang berarti”MENDENGAR MENGIKUTI” atau dalam  bahasa Arab “SAMI’NA WA ATO’NA.
Profil :
Desa Ngunut merupakan salah satu desa yang ada di wilayah kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Desa ini memiliki luas wilayah 280,331 hektar dengan batas-batas wilayah disebelah utara berbatasan dengan desa Karangsono, di selatan dan barat berbatasan dengan hutan Negara, dan sebelah selatan berbatasan dengan desa Dander. Di desa Ngunut terdapat 3 dusun yaitu dusun Ngunut, dusun Grogolan, dan dusun Sumberwuluh yang masing-masing dipimppin oleh seorang kepala dusun. Untuk memaksimalkan fungsi pelayanan masyarakat di desa Ngunut, kemudian dari ketiga dusun tersebut di bagi menjadi 2 Rukun Warga dan 11 Rukun Tetangga.


Sumber air yang berada di Dusun Grogolan

Potensi desa

Desa Ngunut memiliki potensi yang sangat besar, baik dalam benuk sumber daya alam maupun sumber daya manussia, walauun masih banyak potensi yang pemberdayaan nya kurang optimal.

Sumber daya alam

I.                   Lahan sawah yang belum di tingkatkan produksifitasnya karena belum dimanfaatan  secara optimal.
II.                Lahan perkebunan dan pekarangan  yang subur belum dikelola secara optimal
III.             Hutan milik Negara banyak yang masih gundul yang bisa di kelola bersama
IV.             Banyak warga yang mengembangan usaha peternakan sapi, kambing, bebek, dan beberapa peternak domba dan kelinci untuk usaha sampingan
V.                Banyak kotoran ternak yang memungkinkan untuk dikembangkan nya usaha pembuatan pupuk organik dan biogas yang dapat digunakan warga untuk keperluan warga memasak.
VI.             Terdapat hasil panen padi organik, kacang  tanah, jagung, ubi tanah, cabai, yang cukup melimpah.
VII.          Terdapat usaha perikanan air tawar
VIII.       Terdapat usaha meubelir dan perbengkelan
 Sawah padi organik

 Ladang  Kacang Tanah

Kebun Cabai

Peternakan Domba

Sumber daya manusia

I.                   Siklus dan ritme kehidupan warga masyarakat yang dari masa ke masa relative teratur dan terjaga adatnnya
II.                Hubungan yang antara kepala desa, pamon desa, dan masyarakat yang baik dan kondusif  merupakan kondisi yang ideal untu pembangunan desa
III.             Tingginya jumlah penduduk usia produktif yang memiiki etos keja tinggi
IV.             Cukup tingginya partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pembangunan desa.
V.                Tradisi gotong royong dan kerja bakti masyarakat yang masih terjaga dengan baik merupakan salah satu bentuk partisipasi warga.
VI.             Besarnya sumber daya perempuan usia produktif yang dapat mendorong potensi industri rumah tangga.
VII.          Masih adanya swadaya masyarakat (urunan untuk pembangunan)
VIII.       Kemampuan bertani yang diwarisan secara turun temurun
IX.             Adanya kader kesehatan yang cukup, dari dokter sampai para kader di posyandu yang ada di setiap dusun
X.                Adanya penduduk yang dapat membuat kerajinan permubelan kayu
XI.             Adanya kelembagaan, organnisasi dan kelompok-kelompok pertanian, usaha dan kegamaan desa desa, memudahkan dalam berkoordinasi setiap kegiatan pembangunan. 
Pelaksanaan kegiatan Posyandu oleh kader dan bidan desa




Budaya Desa Ngunut

Desa Ngunut memiliki warisan tradisi dan budaya desa yang sudah ada turun temurun dilakukaan, salah satu tradisi yang paling banyak mengundang keramaian adalah tradisi sedekah bumi yang dilakukan rutin seetiap tahun. Ritual ini dilakukan dengan membawa berbagai hasil pertanian desa yang di arak oleh para warga dari balai desa menuju sumber air yang ada di dusun Grogolan yang dilakukan pada jumat wage dan sumber air yang ada di dusun Sumber Wuluh pada jumat legi Setelah arak-arakan tiba di sumber air selanjutnya hasil panen akan di berikan doa oleh sesepuh desa dan kemudian  dimakan bersama-sama oleh warga desa. Ritual yang dilakukan sekitar bulan agustus ini dilakukan sebagai simbol rasa syukur kepada tuhan yang maha esa atas hasil panen yang elah mereka dapatkan.